Dosen Universitas Jember Ciptakan BOLENAK Untuk Santri Ponpes Nurul Jadid Sukowono Jember

PamoreNews-Jember, 8 Januari 2019

Usaha budidaya lele umum dilakukan oleh masyarakat, termasuk juga dilakukan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Al Islami Sukowono Jember. Namun usaha budidaya lele di Ponpes Nurul Jadid Sukowono masih mengalami kendala, diantaranya cara mengolah lele, teknologi yang tepat untuk mengolah lele, hingga diversifikasi produk lele. Melihat kondisi ini, tiga dosen Universitas Jember, Dian Anggraeni, Farida Wahyu Ningtyas, dan Andriana tergerak memberikan solusi yakni dengan mengolah lele menjadi produk abon yang dinamai Abon Lele Enak atau BOLENAK.

Saat ditemui di kampus Fakultas MIPA Universitas Jember (21/12), Dian Anggraeni salah satu anggota Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jember 2018 menjelaskan, bahwa budidaya lele telah ada di Ponpes Nurul Jadid, hanya saja masih dalam batas peternakan saja, dan hasilnya digoreng untuk dikonsumsi atau dijual dalam keadaan mentah saja. “Kondisi ini kami ketahui dari hasil laporan mahasiswa yang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata di Sukowono beberapa waktu lalu,” ujar Dian memulai ceritanya.

Dosen Program Studi Matematika ini lantas melanjutkan penjelasannya. “Tentu sayang jika potensi lele yang besar di Ponpes Nurul Jadid tidak dikembangkan, padahal lele memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan sumber protein hewani lainnya, sementara harganya cukup terjangkau. Untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, kami akhirnya memilih memberikan pengetahuan bagaimana mengolah lele jadi abon. Tidak hanya mengajarkan bagaimana mengolah lele jadi abon alias BOLENAK. Kami juga membantu mendesain kemasan BOLENAK hingga cara pemasarannya,” jelas Dian lagi. Selama mendampingi Ponpes Nurul Jadid, Dian dibantu dua koleganya, Farida Wahyu Ningtyas dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Andriana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang banyak memberikan bimbingan pemasaran produk BOLENAK.

Pelatihan pembuatan BOLENAK mendapatkan sambutan positif dari warga Ponpes Nurul Jadid. Pada saat pelatihan dilaksanakan hari Minggu lalu (2/12), sebanyak 28 santri tampak antusias mengikuti arahan dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jember 2018. Proses pembuatan dimulai dari langkah mengukus lele, memisahkan daging lele dari tulang, menumis lele, meniriskan minyak, sampai pada pengemasan abon lele pada kemasan (standing pouch) yang telah disediakan dengan berat bersih 150 gram dan 250 gram. “Alhamdulillah, bahkan saat BOLENAK sudah siap dipasarkan sudah ada yang tertarik untuk membeli, sebab saat itu juga kita promosikan melalui media sosial,” kata Andriana yang juga mengajarkan bagaimana memasarkan BOLENAK melalui media sosial Instagram kepada santri.

Respon positif disampaikan oleh Ny. Muhaimin, istri pengurus Ponpes Nurul Jadid yang turut hadir. Menurutnya pelatihan pembuatan BOLENAK bakal disebarluaskan ke santri lainnya melalui berbagai kegiatan semisal pengajian setiap hari Jumat manis. “Kami berharap pendampingan ini dilaksanakan secara periodik, baik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau program KKN,” katanya. Ke depan Tim Pengabdian Masyarakat UNEJ 2018 memberikan saran pengembangan produk olahan lele dapat dilakukan salah satunya memproduksi BOLENAK dengan berbagai varian rasa, misalnya original, pedas dan manis. “Hasil olahnnya tidak hanya berupa abon saja tapi bisa dikembangkan menjadi produk lain seperti nugget lele , bakso lele, krupuk lele atau keripik tulang lele,” pungkas Dian Anggraeni.

 

Wartawan : isriadi

Published : PamoreNews-Jember

Post Author: Publisher

8.276 thoughts on “Dosen Universitas Jember Ciptakan BOLENAK Untuk Santri Ponpes Nurul Jadid Sukowono Jember