Sarjito, Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen: Hati-hati Dalam Melakukan Transaksi Pinjaman Online

PamoreNews.id – Jember, Di era Revolusi Industra 4.0 saat ini kemudahan akses baik sektor ekonomi dan bisnis terlebih saat ini yang sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat banyaknya aplikasi Pinjaman atau Kredit berbasis online, hal itu disampaikan oleh Sarjito, Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen saat menjadi narasumber pada acara Kuliah Umum di Gedung Serba Guna Fakultas Hukum Universitas Jember (20/2/2020).

 

Sarjito menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan hadirnya pinjaman online yang beredar sekarang ini, dia menegaskan OJK hanya mengawasi perusahaan Pinjaman online yang memperoleh ijin dan pendaftaran oleh OJK akan tetapi korbanya adalah pinjaman oline yang tanpa ijin.

 

“Jadi Pinjol-pinjol yang tanpa ijin diluar pengetahuan dari OJK, kita harus edukasikan kepada masyarakat, termasuk peran media sangat penting untuk menyampaikan kepada masyarakat secara luas, “nek arep pinjem” carilah pinjol-pinjol yang terdaftar di OJK.”tegasnya.

 

Sarjito menyampaikan supaya masyarakat tahu perusahaan pinjaman online yang terdaftar di OJK dapat di akses di website resmi OJK atau kontak ke 157, jadi jangan sampai masyarakat melakukan transaksi pada perusahaan pinjaman online yang belum terdaftar.

 

“Ada pencirian yang biasanya dilakukan oleh perusahaan jasa pinjaman online, mereka biasanya menggunakan Bahasa yang kurang sopan dan phonebook dibagi-bagikan kemana-mana dan itu seharusnya tidak boleh dilakukan dan minta data-data yang seharusnya tidak diminta, jika yang berijin pasti saya berikan sangsi tegas” katanya.

 

Lantas Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen dengan tegas akan menindak pelaku bisnis jasa keuangan illegal akan dilaporkan kepada fihak kepolisianm sebab di Undang-undang menganai jasa keuangan secara ilagal belum ada ketentuannya.

 

“Untuk saat ini sudah ada undang-undang perlindungan data pribadi yang nantinya akan kami susun Undang-undang susulan untuk menindak perusahaan jasa keuangan ilegal yang sudah beroprasi tersebut.”pungkasnya.

Jurnalis : Isriadi
Editor : Lukman

Post Author: Publisher