Paguyuban Pedagang Ternak Jember Mengeluh, Harga Sapi Limosin Anjlok 16 juta

 570 total views

Prastiono, Ketua Paguyuban Pedagang Ternak Jember saat mendatangi kantor DPRD Jember.

 

JEMBER – Physical distancing yang diberlakukan di Kabupaten Jember dikeluhkan oleh Paguyuban Pedagang Ternak Jember. Pasalnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember tidak memihak pada padagang ternak, mengakibatkan para pedagang ternak kelimpungan dengan ditutupnya semua pasar sapi yang ada di Kabupaten Jember.

 

Hal itu disampaikan oleh Prastiono, Ketua Paguyuban Pedagang Ternak Jember saat mendatangi kantor DPRD Jember beberapa hari kemarin (05/05/2020).

 

“Di Jember ada depalan pasar hewan, dengan adanya corona ini ternyata seluruh pasar hewan dilarang membuka transaksi, padahal misalkan satu orang pedagang sapi tidak hanya mengidupi dirinya sendiri, tapi menghidupi 5 sampai 10 orang dibelakangnya,” jelasnya.

 

Baca juga: COVID-19: KPRI UNEJ Siap Distribusikan APD Untuk Tenaga Medis dan Paket Sembako Untuk Mahasiswa 3T

 

Pastiono juga menyampaikan, sampai saat ini masih ada 2 pasar yang masih beroperasi yang diataranya Pasar Tempurejo dan Pasar Sumberbaru, dibukanya kedua pasar tersebut karena ada kebijakan dari Kepala Desa setempat.

 

“Sementara pasar-pasar yang tutup saat ini dibawah kewenangan Dinas Perdagangan di Kabupaten Jember tidak berani buka, Ini sangat lucu, dimana kabupaten lainnya seperti Bondowoso dan Lumajang dibuka normal hanya Jember saja, ini menyangkat hajat hidup orang banyak,”keluhnya.

 

Menurut dia, Mereka menghargai keputusan Pemerintah Kabupaten Jember jika memang diberlakukannya Physical Distancing, namun mnurutnya jika pasar kemudian ditutup dirasa kurang tepat.

 

“Kami akan sangat menghargai kebijakan pemerintah, misalkan ada pembatasan waktu atau pembatasan jarak, kami akan penuhi tapi jangan ditutup total” tegasnya.

 

Prastiono mengakui setelah dirinya mendatangi Dinas Peternakan Kabupaten Jember, dirinya beserta rekan lainnya disarankan untuk memulai menjual ternaknya secara daring.

 

“Menurut kami bagus sebetulnya, namun juga lucu “onok dodolan sapi online trus kiloane piye? Nontok punu’e ae kadang-kadang salah, dipikir jualan baju? Coba bayangkan sapi limosin yang dulu harganya 27 juta sampai 29 juta saat ini harus kami lepas 17 juta hingga 16 juta hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup kita,” pungkasnya.

 

Baca juga: Hindari Penyebaran Covid19, Dokter Gigi UNEJ Asal Papua dan 21 Asal Kabupaten Lain Jalani Sumpah Secara Online

 

Sementara itu Wakil ketua DPRD Jember Ahmad Halim saat dikonfirmasi menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh para stageholder utamanya dari Paguyuban Pedagang Ternak Jember mengatakan, dirinya akan menyampaikan pada pihak terkait, namun tidak hanya itu saja tetapi masyarakat secara keseluruhan yang terdampak covid-19.

 

“Tentu kami akan koordinasikan, jika pintu koordinasi dengan Bupati dibuka, ini akan menjadi bahan yang bagus, artinya marilah para pemimpin saling membuka diri, dari mana masukannya jangan dianggap jika masyarakat dan DPRD mngkritik itu benci, tetapi sebagai bahan masukan dan kita telaah bersama hingga permasalahan semua bisa teratasi,” lugasnya.

 

 

Reporter       : isriadi

Editor           : Hidayat

Post Author: Publisher

2 thoughts on “Paguyuban Pedagang Ternak Jember Mengeluh, Harga Sapi Limosin Anjlok 16 juta

Komentar ditutup.