Wagub Jatim: KPM Berbasis Kelurahan Terdampak Covid-19 Dapatkan Top Up Senilai Rp100 Ribu

 72 total views

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak memantau penyaluran dana bansos program social safety net untuk warga terdampak covid-19 di Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto.

 

PAMORENEWS – JATIM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Wakil Gubernur Emil Elestianto Dadrak mengatakan, saat ini warga terdampak covid-19 bisa menikmati dana pelapisan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berbasis kelurahan.

 

Hal itu disampaikan pada saat dia memantau penyaluran dana bansos program social safety net untuk warga terdampak covid-19 di kelurahan Kedudung, Kota Mojokerto, Minggu kemarin (10/02/2020). Salah satu bentuk adalah bansos suplemen dan pelapisan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

 

“Jumlahnya bertambah, dari sebelumnya 2,8 juta, bertambah satu juta, seingga yang mendapatkan bantuan pangan non tunai menjadi 3,8 juta,” jelasnya.

 

Baca juga: Beredar Surat Undangan Doa Bersama Pengasuh Ponpes di Grahadi, Gubernur Khofifah : Itu HOAX

 

Masih kata Emil Dardak, bantuan sosial berbasis perkotaan harus diutamakan. Pasalnya, menurut Emil, untuk persoalan covid-19 sangat dirasakan dampaknya oleh warga perkotaan, sedangkan di desa masih banyak yang masih bisa bekerja menggarap sawah.

 

“Kita menyadari bahwa ini situasi yang lebih sulit lagi bagi saudara-saudara kita diperkotaan, karena mata pencahariannya banyak bergantung pada nonpertanian, seperti pedagang,” tuturnya.

 

Dengan intervensi ini, maka setiap PKM berbasis kelurahan, tidak hanya mendapatkan bantuan Rp200 ribu berupa sembako dari pemerintah pusat, melainkan juga ditambah top up sebesar Rp100 ribu dari Provinsi Jawa Timur.

 

“Kita berikan suplemen senilai 50 persen dari bantuan pusat, selama 3 bulan kedepan, ini sudah pertama dicairkan dengan dukungan dari seluruh elemen pemerintah,” katanya.

 

Bantuan top up ini menurutnya, lantaran warga di wilayah berbasis kelurahan, tidak memiliki tambahan bantuan dari realokasi dana desa yang diberikan pada warga terdampak. Sehingga Pemprov perlu untuk menambah pelapisan bantuan.

 

Baca juga: Masih Nekat, Pemudik Disuruh Putar Balik

 

Total KPM di Jawa Timur yang akan mendapatkan tambahan top up sebanyak 333.022 KPM dengan nilai total bantuan dari Pemprov Jatim mencapai Rp99,906 miliar.

 

“Sekarang sudah cair di tangan masyarakat dana senilai Rp100 ribu tambahan perbulan, sehingga keluarga bisa mendapatkan Rp300 ribu,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui bansos tersebut, senilai Rp200 ribu berupa beras 10kg, daging 1/2kg, kentang 1/2kg, manisa 1kg, jagung 2 pack, kacang hijau 1/4kg, dan 1 buah semangka. Sedangkan tambahan Rp100 ribu berupa beras 5kg dan 25 butir telut ayam.

 

 

Reporter : Tim Redekasi PamoreNews.id

Editor : Isriadi

Post Author: Publisher

3 thoughts on “Wagub Jatim: KPM Berbasis Kelurahan Terdampak Covid-19 Dapatkan Top Up Senilai Rp100 Ribu

Komentar ditutup.